Gue masih memikirkan tentang
nasib gue setelah lulus kuliah dan menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi. Seketika di
otak gue terus berpikir mau kerja apa gue sekarang. Job yang gue dapat selama
waktu kuliah selalu gue syukuri, karena Job itulah yang membuat gue
bertahan untuk melanjutkan kuliah gue. Pikiran gue pada saat itu adalah
melanjutkan kuliah untuk masa depan yang cemerlang. Alhamdulilah, setelah Bokap
pensiun Allah SWT menunjukan jalan dengan memberi gue rejeki didunia event.
FYI, gue jaman dulu sangat menginginkan bekerja even karena gue melihat teman
gue, Emi bisa mempunyai penghasilan sendiri yang lumayan untuk hidup mandiri
maupun untuk biaya kuliah. Sesaat setelah gue resign dari Panasonic, gue
memulai kehidupan even. Banyak pengalaman yang gue dapatkan sampai hari ini
tentang bekerja, tanggung jawab, dan memimpin orang lain. Sampai hari ini pun
gue masih menjalani kehidupan even gue. Puji syukur selalu gue ucapkan untuk
kemudahan dalam hidup gue selama ini. So much blessing for me.
Tetapi
ada suatu hal yang mengganjal hati ini, gue merasa bahwa hati gue sudah mulai
terpanggil untuk bekerja office hour. Banyak pertimbangan yang gue pikirkan
untuk memutuskan bekerja kantoran. Hal pertama yang paling mendasar adalah gue
butuh kejelasan untuk hidup gue di masa yang akan datang. Kedua, gue butuh
tunjangan untuk hari tua gue. Ketiga, gue butuh tunjangan kesehatan untuk gue
pribadi dan keluarga gue. Dan yang paling terakhir adalah gue mau membahagiakan
orang tua gue. Selama ini bokap dan nyokab sudah membantu gue melewati doa
sampai gue bisa menjadi seperti sekarang. Dalam hati bokap dan nyokab pasti
ingin anaknya bekerja yang tetap dan memeiliki kantor tempat bernaung. Dengan
deretan alasan diatas lah gue mulai berusaha untuk mencari pekerjaan kantoran.
Sambil menyelam minum air, gue terus melakukan job gue sebagai MC di beberapa
even setiap minggunya. Sambil menunggu gue dapet pekerjaan kantor. Its hard
but i will try the best to create the perfect future of my life. Walau nani gue
harus memilih pada akhirnya. Setidaknya apa yang ada sekarang akan gue jalanin
dengan sebaik-baiknya.
Planing
gue sekarang adalah memanfaatkan job even gue sebaik-baiknya sebelum gue
bekerja kantoran. Maksudnya disini adalah gue menabung untuk masa depan gue.
Karena pada saat nanti gue menjadi pekerja kantoran gue sudah tidak akan
mendapat uang setiap minggu (baca :fee). Tetapi gue kan menerima gaji setiap
bulan. Itu artinya butuh penyesuaian yang tinggi untuk hal tersebut. Gue yakin
gue mampu menyesuaikan dengan cepat karena sebelum gue mencapai kehidupan gue
sekarang, gue sudah melalui fase hidup dahulu yang membuat gue tumbuh kuat
seperti sekarang. What i learned in the past make me stronger today. Flash back
beberapa tahun yang lalu ketika gue masih bekerja di Panasonic. Setiap bulannya
gue menerima UMR (upah minimum rata-rata) sebesar 800 ribu. Gue sangat bersyukur
pada saat ini karena akhirnya gue, seorang aury bisa menghasilkan uang tanpa
bantuan orang tua. Pada saat itu memang keluarga gue mengalami fase yang begitu
membuat gue down. Bisa dikatakan bokap gulung tikar karena suatu masalah. Mobil
angkot yang menjadi penghidupan selama ini hilang lenyap. Tanah yang selama ini
keluarga gue tempati satu persatu berkurang. Keadaan itu membuat gue semakin
menghargai artinya uang. Tidak lupa untuk bersyukur karena gue sudah bekerja
saat itu. Di otak gue adalah lembur-lembur untuk mendapatkan uang yang lebih
banyak untuk biaya kuliah gue. Sambil menjalani kehidan bekerja gue di
Panasaonic gue malanjutkan hidup. Pada suatu hari gue mengalami sedikit
masalah dengan jadwal kerja gue karena bentrok dengan waktu kuliah. Terpuruk
lah keadaan gue disana. Sampai akhirnya gue resign.
Keputusan
untuk resign gue pikirkan untuk melanjutkan pilihan hidup gue untuk kuliah.
Karena apa yang gue lakukan selama ini adalah untuk kuliah. Keluarlah gue dari
Panasonic. Pada saat itu gue meninggalkan banyak kenangan disana. Too much
happines memory in Panasonic. Well, Life must go on. So i started to continue
my life. Hidup lah gue didunia even sampai saat ini. Banyak pengalaman dari
cerita yang gue ceritakan ini. Banyak bersyukur akan membuat kita terus
diberikan rejeki oleh Allah SWT. Terbukti gue bisa menyelesaikan kuliah gue
dengan hidup mandiri tanpa biaya dari orang tua. Alhamdulilah. Sekarang gue pun
harus bisa melalui fase yang bisa sedikit gue sebut fase galau karena gue harus
mencari pekerjaan yang bisa membuat gue hidup tenang tanpa dikejar mencari job.
Bismilah perlahan gue terus mempersiapkan diri untuk menghadapi saat itu yang
akan datang, cepat atau lambat. Dengan niat yang baik, Insya Allah, gue bisa
diberikan kemudahan jalan untuk mewujudkan planing gue. Tidak lupa juga usaha
dan doa restu dari orang tua akan gue andalkan sebagai semangat untuk
mendapaykan apa yang gue inginkan. My Parents being my hope and my dream is make them happy. Bismilah. Aury
minta jalan-Mu ya Allah, agar semuanya bisa indah pada waktunya, amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar