Minggu, 04 Desember 2011

Work Hard, Play Hard


              Gue masih memikirkan tentang nasib gue setelah lulus kuliah dan menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi. Seketika di otak gue terus berpikir mau kerja apa gue sekarang. Job yang gue dapat selama waktu kuliah selalu gue syukuri, karena Job itulah yang membuat gue bertahan untuk melanjutkan kuliah gue. Pikiran gue pada saat itu adalah melanjutkan kuliah untuk masa depan yang cemerlang. Alhamdulilah, setelah Bokap pensiun Allah SWT menunjukan jalan dengan memberi gue rejeki didunia event. FYI, gue jaman dulu sangat menginginkan bekerja even karena gue melihat teman gue, Emi bisa mempunyai penghasilan sendiri yang lumayan untuk hidup mandiri maupun untuk biaya kuliah. Sesaat setelah gue resign dari Panasonic, gue memulai kehidupan even. Banyak pengalaman yang gue dapatkan sampai hari ini tentang bekerja, tanggung jawab, dan memimpin orang lain. Sampai hari ini pun gue masih menjalani kehidupan even gue. Puji syukur selalu gue ucapkan untuk kemudahan dalam hidup gue selama ini. So much blessing for me.

            Tetapi ada suatu hal yang mengganjal hati ini, gue merasa bahwa hati gue sudah mulai terpanggil untuk bekerja office hour. Banyak pertimbangan yang gue pikirkan untuk memutuskan bekerja kantoran. Hal pertama yang paling mendasar adalah gue butuh kejelasan untuk hidup gue di masa yang akan datang. Kedua, gue butuh tunjangan untuk hari tua gue. Ketiga, gue butuh tunjangan kesehatan untuk gue pribadi dan keluarga gue. Dan yang paling terakhir adalah gue mau membahagiakan orang tua gue. Selama ini bokap dan nyokab sudah membantu gue melewati doa sampai gue bisa menjadi seperti sekarang. Dalam hati bokap dan nyokab pasti ingin anaknya bekerja yang tetap dan memeiliki kantor tempat bernaung. Dengan deretan alasan diatas lah gue mulai berusaha untuk mencari pekerjaan kantoran. Sambil menyelam minum air, gue terus melakukan job gue sebagai MC di beberapa even setiap minggunya. Sambil menunggu gue dapet pekerjaan kantor. Its hard but i will try the best to create the perfect future of my life. Walau nani gue harus memilih pada akhirnya. Setidaknya apa yang ada sekarang akan gue jalanin dengan sebaik-baiknya.

            Planing gue sekarang adalah memanfaatkan job even gue sebaik-baiknya sebelum gue bekerja kantoran. Maksudnya disini adalah gue menabung untuk masa depan gue. Karena pada saat nanti gue menjadi pekerja kantoran gue sudah tidak akan mendapat uang setiap minggu (baca :fee). Tetapi gue kan menerima gaji setiap bulan. Itu artinya butuh penyesuaian yang tinggi untuk hal tersebut. Gue yakin gue mampu menyesuaikan dengan cepat karena sebelum gue mencapai kehidupan gue sekarang, gue sudah melalui fase hidup dahulu yang membuat gue tumbuh kuat seperti sekarang. What i learned in the past make me stronger today. Flash back beberapa tahun yang lalu ketika gue masih bekerja di Panasonic. Setiap bulannya gue menerima UMR (upah minimum rata-rata) sebesar 800 ribu. Gue sangat bersyukur pada saat ini karena akhirnya gue, seorang aury bisa menghasilkan uang tanpa bantuan orang tua. Pada saat itu memang keluarga gue mengalami fase yang begitu membuat gue down. Bisa dikatakan bokap gulung tikar karena suatu masalah. Mobil angkot yang menjadi penghidupan selama ini hilang lenyap. Tanah yang selama ini keluarga gue tempati satu persatu berkurang. Keadaan itu membuat gue semakin menghargai artinya uang. Tidak lupa untuk bersyukur karena gue sudah bekerja saat itu. Di otak gue adalah lembur-lembur untuk mendapatkan uang yang lebih banyak untuk biaya kuliah gue. Sambil menjalani kehidan bekerja gue di Panasaonic gue malanjutkan hidup. Pada suatu hari gue mengalami sedikit masalah dengan jadwal kerja gue karena bentrok dengan waktu kuliah. Terpuruk lah keadaan gue disana. Sampai akhirnya gue resign.

            Keputusan untuk resign gue pikirkan untuk melanjutkan pilihan hidup gue untuk kuliah. Karena apa yang gue lakukan selama ini adalah untuk kuliah. Keluarlah gue dari Panasonic. Pada saat itu gue meninggalkan banyak kenangan disana. Too much happines memory in Panasonic. Well, Life must go on. So i started to continue my life. Hidup lah gue didunia even sampai saat ini. Banyak pengalaman dari cerita yang gue ceritakan ini. Banyak bersyukur akan membuat kita terus diberikan rejeki oleh Allah SWT. Terbukti gue bisa menyelesaikan kuliah gue dengan hidup mandiri tanpa biaya dari orang tua. Alhamdulilah. Sekarang gue pun harus bisa melalui fase yang bisa sedikit gue sebut fase galau karena gue harus mencari pekerjaan yang bisa membuat gue hidup tenang tanpa dikejar mencari job. Bismilah perlahan gue terus mempersiapkan diri untuk menghadapi saat itu yang akan datang, cepat atau lambat. Dengan niat yang baik, Insya Allah, gue bisa diberikan kemudahan jalan untuk mewujudkan planing gue. Tidak lupa juga usaha dan doa restu dari orang tua akan gue andalkan sebagai semangat untuk mendapaykan apa yang gue inginkan. My Parents being my hope and  my dream is make them happy. Bismilah. Aury minta jalan-Mu ya Allah, agar semuanya bisa indah pada waktunya, amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar